Halaman

Walaupn Hidup 1000 th. Klau x Smbahyang Apa Gnanya

Walaupn Hidup 1000 tahun klu x sembahyang apa gnanya
Showing posts with label Sangkakala. Show all posts
Showing posts with label Sangkakala. Show all posts

20.6.16

SEMBILAN NAMA ANAK SYAITAN MENURUT SAYYIDINA UMAR AL-KHATTAB R.A

(1) ZALITUUN

Duduk di pasar / kedai. Tugasnya Menggoda supaya manusia berbelanja lebih dan membeli barang-barang yang tidak perlu

(2) WATHIIN 

Pergi kepada orang yang mendapat musibah supaya bersangka buruk terhadap Allah

(3) A'AWAN 
Menghasut sultan / raja / pemerintah supaya tidak mendekati rakyat. Terlena dengan kedudukan / kekayaan hingga mengabaikan kebajikan rakyat dan tidak mahu mendengar nasihat para ulama

(4) HAFFAF

Berkawan baik dengan kaki botol. Suka menghampiri orang yang berada di tempat-tempat maksiat (cth: disko, prostitusi, kelab malam & tempat yang ada minuman keras)

(5) MURRAH 

Merosak dan melalaikan manusia dari Allah. Orang yang suka muzik
sehingga
 lupa kepada Allah. Mereka ini tenggelam dalam kemewahan dan glamour dll

(6) MASUUD
 
Duduk di bibir mulut manusia supaya melahirkan fitnah, gossip, umpatan dan apa saja penyakit yang keluar dari kata-kata mulut

(7) DAASIM
 
Duduk di pintu rumah kita. Jika tidak memberi salam ketika masuk ke rumah, Daasim akan bertindak agar terjadi keruntuhan rumahtangga (suami isteri bercerai-berai, suami bertindak ganas, memukul isteri, isteri hilang pertimbangan menuntut cerai, anak-anak didera dan pelbagai bentuk kemusnahanrumah tangga lagi)

(8) WALAHAAN
 
Menimbulkan rasa was-was dalam diri manusia khususnya ketika
berwuduk dan solat serta ibadat-ibadat kita yang lain

(9) LAKHUUS
 
Merupakan sahabat orang Majusi yang menyembah api / matahari

- Share & semoga bermanfaat. InsyaAllah. - oleh
 Dr. Tengku Asmadi bin T. Mohamad

31.1.13

Info... Info... Info



Kerak bumi & bahagianya:

Kerak bumi merupakan lapisan keras paling luar bumi. Ianya terdiri dapipada gunung-ganang, batu-batan, tanah-tanih, udara, air, mineral, logam dan makhluk hidup.

Secara umumnya, kita mengetahui bahawa di atas lapisan kerak bumi, manusia dan hidupan yang lain seperti haiwan tingal dan melakukan aktiviti kehidupan.

Walaubagaimanapun, hakikat yang kita selalu lupa adalah terdapat pelbagai aktiviti kehidupan dan fenomena yang berlaku di dalam lapisan kerak bumi atau di bawah tanah.

Tanah  kandunganya:

Tanah adalah lapisan kerak bumi paling luar yang terhasil daripada pemecahan batu batan dan pereputan bahan organik seperti tumbuh-tumbuhan dan haiwan.

Juga mengandungi unsur-unsur lain seperti garam mineral, logam, air, udara dan mikro organisma. Tanah boleh di bahagikan kepada beberapa jenis seperti tanah pasir, tanah gambut, tanah liat, tanah merah (laterit) tanah humus dan tanah campuran.

Oleh itu terimalah seadanya diri kita, wajah, bakat, rezeki, keluarga, rumah dengan ikhlas. Nescaya akan di anugerahkan ketenteraman dan kebahagiaan.

Amin Ya Robbal-alamin.

11.1.13

Tubuh Kita Semasa Di Dalam Kubur



Sesungguhnya mayat di dalam kubur akan melewati beberapa fase perubahan..


Dan secara ringkas beberapa fase tersebut sejak malam pertama masuk ke kuburan hingga 25 tahun setelahnya...



Berikut ini fase tersebut...

Malam Pertama:

Di kuburan PEMBUSUKAN BERAWAL pada daerah PERUT dan KEMALUAN..

SUBHANALLAH..
''PERUTdan KEMALUAN'' adalah DUA HAL TERPENTING yang anak cucu adam ini saling bergulat dan menjaganya di dunia..

Dua hajat yang karenanya Allah azza wa jalla membuat manusia merugi di dunia..akan membusuk pada malam pertamanya di kuburan..

Setelah itu..Mulailah ''JASAD BERUBAH WARNA'' menjadi hijau kehitaman...
Setelah ''BERBAGAI MAKE UP''..dan alat-alat kecantikan membuatnya memiliki ragam pesona..nanti tubuh manusia hanya akan memiliki SATU WARNA SAJA...

Malam Kedua:

Di kuburan, mulailah anggota-anggota tubuh membusuk seperti: limpa, hati, paru-paru dan lambung.

Hari Ketiga:

Di kuburan..mulailah anggota-anggota tubuh itu mengeluarkan bau busuk tidak sedap...

Seminggu Setelahnya:

Wajah mulai tampak membengkak..dua mata..kedua bibir dan pipi...

Setelah 10 hari:

Tetap terjadi pembusukan..pada kali ini pada anggota-anggota tubuh tersebut..perut..lambung..limpa..

Setelah Dua Minggu:

Rambut mulai rontok..

Setelah 15 Hari:

Lalat hijau mulai bisa mencium bau busuk dari jarak 5 km..dan ulat-ulat pun mulai menutupi seluruh tubuhnya..

Setelah Enam Bulan:

Anda tidak akan menemukan kecuali rangka tulang saja...

Setelah 25 Tahun:

Rangka tubuh ini akan berubah menjadi semacam biji.. dan di dalam biji tersebut..anda akan menemukan satu tulang yang sangat kecil disebut..ADJBUDZ DZANAB'' (tulang ekor)..

Dari tulang inilah kita akan dibangkitkan oleh Allah azza wa jalla pada hari kiamat...

Inilah tubuh yang selama ini kita jaga...
Inilah tubuh yang kita berbuat maksiat kepada Allah dengannya...

Oleh karena itulah..
Jangan biarkan umur kita melewati jasad ini sia-sia..karena dia akan mendapatkan kejadian seperti itu..

Aku memohon keteguhan kepada Allah untukku dan untuk Anda sekalian...

Ya Allah..
Dzat yang membolak-balikkan hati..tetapkanlah hati kami di atas agama-Mu..

Ya Allah..
jadikanlah kuburan kami sebagai satu taman dari taman-taman syurga..dan jangan jadikan dia sebagai satu lobang dari lobang-lobang api neraka...Aamin Ya Rabbal alamiin...
Wallahu 'alam bishawwab .

5.10.12

Untukmu Ya Rasulullah


Untukmu Ya Rasulullah

“Sesungguhnya telah datang kepada kamu seorang rasul dari kalangan kamu, terlalu berat kepadanya apa yang ditanggung oleh kamu dan terlalu kasih sayangnya terhadap orang-orang yang beriman.” (at taubah: 128)

Ya Rasulullah… Engkau telah melalui segalanya demi kasihmu kepada kami ummatmu. Difitnah, dicaci, dimaki, dituduh sebagai orang gila, ahli nujum, dipulaukan kaum keluargamu sehingga engkau terpaksa mengikat batu di perut, dipulau sehingga terpaksa makan daun-daun kayu dan belulang kering, diseksa, disakiti dirimu dan para sahabatmu, dihalau dari Bumi Mekah tanah tumpah darahmu, diperangi, dibunuh syahid para sahabatmu… semuanya telah engkau lalui, demi untuk menyelamatkan ummatmu.

Ketika dihujani lontaran batu dan maki hamun penduduk Taif yang musyrik, Nabi hanya mengadu kepada Allah…Ya Allah, Ya Tuhanku… aku mengadu kepadamu lemahnya kekuatanku, sedikitnya helahku, betapa hinanya aku di kalangan manusia, Ya Allah, Tuhan yang paling penyayang di kalangan semua yang penyayang. Engkaulah tuhan kepada orang-orang yang lemah tertindas…

Ketika datang Malaikat yang menjaga bukit berkata kepada Nabi, Ya Muhammad! Aku menunggu perintahmu sahaja, kalau kamu mahu, aku dapat timpakan ke atas penduduk Taif itu, bukit-bukit besar yang mengelilingi Mekah.”

Rasulullah menjawab…“Jangan! Aku berharap Allah akan melahirkan dari dalam sulbi mereka orang-orang yang menyembah Allah azzawajalla dan tidak menyekutukannya dengan sesuatu yang lain.”
Allah… kasihnya Nabi kepada kita ummatnya sehingga Nabi selalu mengulangi doa…

Betapa besarnya jiwa Rasulullah. Harapan untuk menyelamatkan manusia dari kesesatan tidak boleh dipadamkan dengan lontaran batu dan darah yang membasahi sepatunya. Pandangan Rasulullah sangat jauh, walaupun telah tiba bantuan tentera Allah dari 7 petala langit, tetapi kesabaran Rasulullah mengatasi kemarahannya.

Nabi pernah bersabda, “Aku pernah ditakutkan dengan pelbagai ancaman oleh kaum musyrikin kerana menyampaikan agama Allah, tidak ada seorang pun yang pernah ditakutkan sepertiku, aku juga pernah disakiti kerana Allah dan tidak ada seorang pun yang pernah disakiti seperti aku. Aku dan Bilal pernah tidak memiliki makanan yang layak dimakan oleh manusia, selama 30 hari 30 malam berturut-turut. Apa yang ada hanyalah sedikit makanan yang disimpan oleh Bilal di bawah lengannya.

Seorang sahabat, Naufal bin Iyas menceritakan, Abdul Rahman bin Auf merupakan sahabat kami dan beliau adalah sebaik-baik sahabat. Pada suatu hari, kami singgah di rumahnya. Beliau menghidangkan roti dan daging dalam dulang besar kepada kami. Ketika menghidangkan makanan, Abdul Rahman menangis. Aku bertanya, Wahai Abdul Rahman! Apa yang menyebabkan kamu menangis? Beliau menjawab, “aku teringatkan Rasulullah, sehingga baginda wafat, baginda dan keluarga tidak pernah kenyang memakan roti dan daging selama 2 hari berturut-turut.”

Ini hanyalah sekelumit gambaran seorang Rasul Allah, yang sehingga akhir nafasnya masih menyebut, ummati…ummati…

Dari Anas bin Malik r.a., katanya: Rasulullah s.a.w., bersabda mafhumnya, Allah akan menghimpunkan sekalian manusia pada hari qiamat di Padang Mahsyar, dengan sebab dahsyatnya keadaan, mereka diilhamkan jalan untuk melepaskan diri. “Bukankah elok kalau kita mencari orang yang dapat mengemukakan syafaat kepada Tuhan kita supaya Tuhan melepaskan kita dari penderitaan tempat ini?”

Mereka pun pergi menemui Nabi Adam a.s., Engkau ialah bapa sekalian manusia, Allah telah menciptakanmu dengan kekuasaanNya dan meniupkan padamu dan roh-Nya, serta ia memerintahkan Malaikat sujud kepadamu; tolonglah kemukakan syafaat kepada Tuhamu untuk kami supaya ia melepaskan kami dari penderitaan tempat ini”. Nabi Adam berkata, “Aku bukanlah orang yang layak untuk itu, serta Adam a.s menyebut salah silapnya yang pernah dilakukan, dengan sebab itu aku merasa malu kepada Allah, “Pergilah kamu menemui Nabi Noh, Rasul yang pertama yang telah diutus oleh Allah Taala’.”

Manusia pun pergilah menemui Nabi Noh a.s., Nabi Noh menjawab dengan katanya: “Aku bukanlah orang yang layak untuk itu”, sambil menyebut salah-silapnya yang pernah dilakukan, dengan sebab itu aku merasa malu kepada Allah: Tetapi, kata Nabi Noh, “Pergilah kamu menemui Nabi Ibrahim.

Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa a.s memberikan jawapan yang sama.

Sehinggalah Nabi  bersabda: Setelah itu mereka datang menemuiku, aku pun berkata: “Akulah orang yang layak untuk itu, akulah orang yang layak untuk itu” aku memohon izin mengadap Tuhanku, Lalu diizinkan daku mengadapnya, maka aku pun berdiri mengadapnya serta memujinya dengan puji-pujian kemudian aku menumuskan muka sujud kepada Allah hingga aku diseru: 
 
“Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu dan berkatalah apa sahaja nescaya diperkenankan, mintalah supaya diberikan dan kemukakanlah syafaat supaya dikabulkan syafaatmu. Maka aku pun merayu dengan berkata: “Wahai Tuhanku! Kasihanilah umatku! Kasihanilah umatku!
 
 Untukmu Ya Rasulullah

9.8.12

Petua Imam Ghazali Menemui Malam Lailatul Qadar




Maksud Lailatul Qadar

Lailatul Qadar atau Lailat Al-Qadar (malam ketetapan) adalah satu malam penting yang terjadi pada bulan Ramadhan, yang dalam al-Quran digambarkan sebagai malam yang baik dari seribu bulan. Dan juga diperingati sebagai malam diturunkan al-Quran.

Tanda-tanda malam Lailatul Qadar
 
Pesan junjungan besar Nabi Muhammad S.A.W adalah malam berlaku pada satu malam daripada 10 malan terakhir (hari ganjil) bulan Ramadhan.

Petua oleh Imam Ghazali dan lain-lain ulama' untuk mencari malam Lailatul Qadar.

Jika awal Ramadhan jatuh pada hari:
  1. Ahad atau Rabu malam Lailatul Qadar dijangka berlaku pada malam 29 Ramadhan
  2. Isnin - 21 Ramadhan
  3. Selasa atau Jumaat - 27 Ramadhan
  4. Khamis - 25 Ramadhan
  5. Sabtu - 23 Ramadhan
Kata Sheikh Abu Hassan bahawa mula dia baligh, dia sentiasa dapat menghidupkan Lailatul Qadar pada malam yang tepat mengikut petua diatas. Walaubagaimanapun, janganlah ibadat pada malam ini sahaja, carilah malam Qadar pada malam-malam ganjil yang lain juga.

Tanda-tanda Lailatul Qadar
  1. Malam itu tenang, tidak dingin dan tidak panas
  2. Siangnya cahaya matahari warnanya pucat
  3. Pada malam itu malaikat Jibril akan menyalami orang yang beribadat dan tandanya ialah tiba-tiba rasa sangat sayu dan kemudiannya menangis teresak-esak secara tiba-tiba.
Itu sahaja gigi dapat kongsi sempena bulan yang baik ini. Insyaallah kita akan bertemu dengan malam tersebut jika diizinkan oleh Allah S.A.W. wallahu'alam.

Selamat mencari malam Lailatur Qadar bermula pada malam ini, 10 malam terakhir.

share kepada rakan-rakan... :)

haq : gigikecik.blogspot

Pengemis Buta & Rasullullah SAW


Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya,

Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya. 

Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.

Setelah wafatnya Rasulullah SAW, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah SAW yakni Abu Bakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidak bukan merupakan isteri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu, Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?

Aisyah RA menjawab,Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja.

Apakah Itu?,
tanya Abu Bakar RA.

Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada disana, kata Aisyah RA.

Keesokan harinya Abu Bakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abu Bakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya.

Ketika Abu Bakar RA mulai menyuapinya, sipengemis marah sambil menghardik, Siapakah kamu?

Abu Bakar RA menjawab, Aku orang yang biasa (mendatangi engkau).

Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku, bantah si pengemis buta itu.
Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah.

Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut, setelah itu ia berikan padaku, pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abu Bakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW.

Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abu Bakar RA, dan kemudian berkata, Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia....

Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abu Bakar RA saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim.

Nah, wahai saudaraku, bisakah kita meneladani kemuliaan akhlaq Rasulullah SAW? 

Atau adakah setidaknya niatan untuk meneladani beliau?

Beliau adalah ahsanul akhlaq, semulia-mulia akhlaq.

Kalaupun tidak bisa kita meneladani beliau seratus persen, alangkah baiknya kita berusaha meneladani sedikit demi sedikit, kita mulai dari apa yang kita sanggup melakukannya.

Sebarkanlah riwayat ini ke sebanyak orang apabila kamu mencintai Rasulullahmu...

Sadaqah Jariah salah satu dari nya mudah dilakukan, pahalanya?

MasyaAllah....macam meter taxi...jalan terus.

Sadaqah Jariah - Kebajikan yang tak berakhir.

1. Berikan al-Quran pada seseorang, dan setiap dibaca,  Anda mendapatkan hasanah.

2. Sumbangkan kursi roda ke RS dan setiap orang sakit menggunakannya, Anda dapat hasanah.

4. Bantu pendidikan seorang anak.

5. Ajarkan seseorang sebuah do'a. Pada setiap bacaan do'a itu, Anda dapat hasanah.

6. Bagi CD Quran atau Do'a.

7. Terlibat dalam pembangunan sebuah mesjid.

8. Tempatkan pendingin air di tempat umum.

9. Tanam sebuah pohon. Setiap seseorang atau binatang berlindung dibawahnya, Anda dapat hasanah.

10. Bagikan email ini dengan orang lain. Jika seseorang menjalankan salah satu dari hal diatas, Anda dapat hasanah sampai hari Qiamat.

Aminnnnnn...

17.5.12

Fadhilat Disebalik Rukun Solat

1 - Niat Sembahyang: Sebenarnya memeliharakan taubat kita dari dunia dan akhirat.
 
2 - Berdiri Betul: Fadilatnya, ketika mati dapat meluaskan tempat kita di dalam kubur.
 
3 - Takbir-ratul Ihram: Fadilatnya, sebagai pelita yang menerangi kita di dalam kubur.
 
4 - Fatihah: Sebagai pakaian yang indah-indah di dalam kubur.
 
5 - Ruqu': Sebagai tikar kita di dalam kubur.
 
6 - I'tidal: Akan memberi minuman air dari telaga al-kautsar ketika didalam kubur.
 
7 - Sujud: Memagar kita ketika menyeberangi titian SIRATUL-MUSTAQIM.
 
8 - Duduk antara 2 Sujud: Akan menaung panji-panji nabi kita didalam kubur
 
9 - Duduk antara 2 Sujud (akhir): Menjadi kenderaan ketika kita dipadang Mahsyar.
 
1 0 - Tahhiyat Akhir: Sebagai penjawab bagi soalan yang dikemukakan oleh Munkar & Nankir di dalam kubur.
 
11 - Selawat Nabi:Sebagai pendinding api neraka di dalam kubur.
 
12 - Salam: Memelihara kita di dalam kubur.
 
13 - Tertib: Akan pertemuan kita dengan Allah S. W. T.

16.4.12

Hukum Melakukan Hubungan Seks Ketika Haid


Pengharaman Seks Semasa Haid

Islam mengharamkan melakukan hubungan seks antara suami dan isteri ketika waktu haid. Hukum ini telah dijelaskan oleh Allah Ta’ala didalam firman Nya yang bermaksud:

“Dan mereka bertanya kepadamu (wahai Muhammad), mengenai (hukum) haid. Katakanlah: “Darah haid itu adalah kotoran dan mendatangkan mudarat”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari perempuan (jangan bersetubuh dengan isteri kamu) dalam masa datang darah haid itu, dan janganlah kamu hampiri mereka (untuk bersetubuh) sebelum mereka suci.

Kemudian apabila mereka sudah bersuci maka datangilah mereka menurut jalan yang diperintahkan oleh Allah kepada kamu. SesungguhNya Allah mengasihi orang-orang yang banyak bertaubat, dan mengasihi orang-orang yang sentiasa mensucikan diri.” (Surah Al-Baqarah 2:222)

Didalam Hadis Nabi Muhammad s.a.w banyak memperkatakan hal ini, diantaranya sabda Rasulullah s.a.w yang bermaksud:
“Sesiapa yang menyetubuhi wanita yang sedang haid ataupun menyetubuhi wanita di saluran duburnya ataupun mendatangi tukang tenung nasib dan mempercayainya, sesungguhnya dia telah kufur dengan apa yang diturunkan ke atas Muhammad.” (Riwayat Ahmad dan Tarmuzi)

Imam Al Ghazali merumuskan hukum ini di dalam Ihya Ulumuddin dengan berkata, “Janganlah suami menyetubuhi isteri yang sedang haid dan juga jangan sesudah haid sebelum si isteri menyempurnakan mandi wajib terlebih dahulu, kerana yang demikian itu diharamkan dengan dalil Al-Quran.“

Kajian Mengenai Bahaya Seks Ketika Haid

Melakukan hubungan seks ketika haid mempunyai banyak risiko, menurut kajian yang dijalankan oleh Dr. Diana Antoniskis (MD) dari Kumpulan Penyelidikan dan Pendidikan (The Research And Education Group) yang beribu pejabat di Oregon, dalam artikel yang bertajuk Women With HIV Infection, risiko jangkitan kuman HIV meningkat di kalangan wanita yang mengadakan hubungan seks ketika haid ataupun dengan lelaki yang tidak berkhatan.

Pusat Pengawalan dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control And Prevention) di Amerika, pada Perhimpunan kesebelas Pertubuhan Antarabangsa Berhubung Penyakit-Penyakit Jangkitan Seksual di New Orleans yang diadakan pada 27 hingga 30 Ogos pada tahun 1995 melaporkan, menjauhi hubungan seks ketika haid ataupun ketika mengalami pendarahan di bahagian faraj adalah penting untuk mengurangkan risiko dijangkiti kuman HIV bagi lelaki dan wanita.

Laporan itu juga menjelaskan, wanita yang mengadakan hubungan seks ketika haid meningkatkan risiko dijangkiti AIDS sebanyak enam kali ganda. Persetubuhan pada waktu haid juga boleh mengakibatkan pendarahan yang teruk ke atas wanita.

Kajian yang dilakukan oleh Dr. Winnifield Cutler dan rakan-rakannya dari Institut Athena Bagi Kesihatan Wanita di Chester Springs menunjukkan, wanita yang hampir putus haid atau perimenopausal, yang kerap mengadakan hubungan seks ketika haid sering kali mengalami masalah pendarahan yang teruk daripada biasa.

Kebiasaannya kes-kes seperti ini akhirnya terpaksa menjalani pembedahan berisiko tinggi untuk membuang rahim atau hysterectomy dan ovari atau ovariectomy. Penemuan ini dilaporkan di dalam Journal of Psychosomatic Obstetrics and Gynaecology pada tahun 1996. Bagi golongan wanita, tiub fallopian dan ovari mereka boleh diserang kuman bakteria sehingga menyebabkan keputihan, sakit dan demam yang kuat.

Risiko untuk menghidap penyakit ini adalah tinggi di kalangan mereka yang melakukan hubungan seks ketika haid. Hal ini disebabkan, kebiasaannya tiub fallopian dan ovari dilindungi daripada serangan bakteria oleh bahan asid yang terdapat di kawasan faraj atau vagina.

Ketika wanita itu didalam keadaan haid, kawasan faraj menjadi alkali justeru memudahkan kuman untuk membiak dan mendatangkan penyakit terutamanya apabila berlaku persetubuhan pada waktu itu.

Oleh yang demikian, hukum pengharaman persetubuhan ketika haid oleh agama Islam adalah amat baik kerana ia mendatangkan banyak manfaat dari sudut kesihatan. Walaubagaimanapun Islam tidak melarang diantara suami isteri bergurau senda dan bergaul mesra semasa haid, asalkan perbuatan itu tidak membawa kepada persetubuhan.

Menurut Hadith yang diriwayatkan oleh Bukhari, Aisyah pernah ditanya oleh Masruq bin Ajdak, “Apakah yang boleh dilakukan oleh suami semasa isterinya sedang dalam keadaan haid?” Lalu Aisyah menjawab, “Apa-apa sahaja kecuali bersetubuh.” (Hadith Sahih Bukhari)

Wallahu’alam….


























13.4.12

Solat Jiran Masjid & Isu Hadis Lemah


Soalan ketiga
Sabda Rasulullah SAW yang bermaksud: “Tiada solat bagi yang berjiran dengan masjid kecuali di masjid.” Apakah taraf hadis ini dan maksudnya? Bolehkah beramal dengan hadis dhaif?

Jawapan:
Hadis di atas telah diriwayatkan oleh al-Daraqutni (1/419), al-Hakim (no: 898), dan al-Baihaqi (no: 4724), melalui jalur Sulaiman bin Daud al-Yamami, daripada Yahya bin Abi Kathir daripada Abi Salamah daripada Abu Hurairah, secara marfu’.

Al-Hakim dalam al-Mustadrak tidak membuat apa-apa komentar terhadap penilaian hadis ini.

Al-Albani dalam Silsilah Dhaifah (1/332) mengatakan bahawa kecacatan hadis ini berpunca dari perawi bernama Sulaiman, dan beliau seorang yang sangat dhaif.

Ibn Ma'ien menilai perawi tersebut sebagai "tiada apa-apa".

Imam al-Bukhari pula menilainya sebagai "Munkar al-Hadis". Al-Zahabi menukilkan bahawa Imam al-Bukhari berkata: “Sesiapa yang aku katakan sebagai Munkar al-Hadis, maka tidak halal meriwayatkan daripadanya.”

Di dalam Sunan al-Daraqutni (1/419), terdapat satu jalur hadis ini dengan lafaz yang bermaksud: “Tidak ada solat bagi siapa yang mendengar azan, kemudian tidak datang kecuali kerana sakit.”

Kata al-Albani dalam Silisilah al-Dhaifah (1/332), bahawa sanadnya dhaif kerana Abu al-Sikkin yang dihukum oleh Abu Hatim sebagai majhul (tidak dikenali).

Kemudian al-Albani membawakan beberapa nukilan ahli hadis yang mendhaifkan perawi ini.

Di dalam sesetengah riwayat, menjelaskan bahawa maksud jiran masjid ialah mereka yang mendengar azan. Al-Albani mengatakan, ia diriwayatkan oleh Ahmad sebagaimana dalam Masa’il anaknya Soleh, dengan sanad yang sahih, dan secara mauquf daripada Ali RA.

Di dalam satu riwayat yang bermaksud: “Siapa yang mendengar azan, kemudian tidak pergi, maka tiada solat baginya kecuali dengan sebab uzur.”

Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Daud, Ibn Majah, al-Daraqutni, al-Hakim, al-Baihaqi dan sanad Ibn Majah dan lainnya sahih. Ia telah disahihkan oleh al-Nawawi, al-`Asqalani, al-Zahabi dan ulama sebelum mereka seperti al-Hakim.

Penulis berpendapat, sekalipun hadis yang di atas dhaif, namun ia mempunyai syawahid (kesaksian) daripada hadis-hadis yang lain. Antaranya hadis yang diriwayatkan oleh Ibn Abbas dan dinilai sahih oleh ramai ulama seperti yang terdapat dalam al-Irwa’ (الإرواء).

Justeru, hadis ini sepatutnya boleh menjadi asas untuk beramal.

Ini kerana sekalipun dhaif mengikut syarat yang dikemukakan oleh ulama mustalah hadis (مصطلح الحديث) yang khilaf (خلاف) tentang beramal dengan hadis dhaif kepada tiga pendapat:

i. Tidak harus beramal secara mutlak. Inilah pendapat al-Qadhi Abu Bakr Ibn al-`Arabi, dan juga Ibn Sayyidi al-Nas menghikayatkannya daripada Yahya bin Ma`in.

ii. Boleh beramal dengannya secara mutlak. Pendapat ini disandarkan kepada Abu Daud dan Imam Ahmad.

iii. Boleh beramal dengannya berkaitan dengan fadhilat al-A’mal dan yang berbentuk peringatan, kisah-kisah dan seumpamanya yang tidak berkaitan dengan aqidah-aqidah dan hukum-hakam. Inilah yang muktamad di sisi ulama muhaqqiq.

Pendapat yang ketiga
ini pula disokong oleh Ibn Abd al-Bar dengan katanya: “Segala hadis fadhail tidak berhajat padanya untuk dihujah dengannya.” Imam al-Nawawi Rahimahullah menambah dalam al-Azkar dengan menyandarkan kepada para ahli hadis dan fuqaha’: “Harus dan sunat beramal dengan hadis dhaif dalam bab fadhail a’mal selama mana ia bukannya maudhu’ (palsu).”

Bagi menjelaskan lagi hukum beramal dengan hadis dhaif, dinyatakan di sini syarat-syaratnya.

Antaranya seperti yang disebut oleh al-Hafiz Ibn Hajar al-Asqalani:

i. Ia masalah fadhilat a’mal.

ii. Kedhaifannya bukan amat ketara.

iii. Termasuk di bawah asal yang boleh beramal dengannya.

Jangan i’tiqad ketika beramal dengannya bahawa itu adalah thabit tetapi diamalkan sebagai langkah berjaga-jaga.

Haq: harakahdaily.net

18.2.12

4 Jenis Lelaki Di Tarik Perempuan Ke Neraka

Di akhirat, wanita akan menarik empat jenis lelaki bersamanya ke dalam neraka. Artikel ini bukan untuk memperkecilkan wanita tetapi sebaliknya supaya kaum lelaki memainkan peranannya dengan hak & saksama berdasarkan Al-Quran dan As-Sunnah serta berwaspada akan tanggungjawab yang dipikul..
 
1. Ayahnya
 
Apabila seseorang yg bergelar ayah tidak memperdulikan anak-anak perempuannya di dunia. Dia tidak memberikan segala keperluan agama seperti mengajar solat, mengaji & sebagainya. Dia membiarkan anak-anak perempuannya tidak menutup aurat…..tidak cukup kalau dengan hanya memberi kemewahan dunia sahaja maka dia akan ditarik ke neraka oleh anaknya.
 
2. Suaminya
 
Apabila si suami tidak memperdulikan tindak tanduk isterinya. Bergaul bebas di pejabat, memperhiaskan diri bukan untuk suami tapi untuk pandangan kaum lelaki yang bukan muhrim apabila suami mendiam diri walaupun dia seorang alim seperti solat tidak bertangguh, puasa tidak tinggal maka dia akan turut ditarik oleh isterinya ke neraka.
 
3. Abang-abangnya
 
Apabila ayahnya sudah tiada, tanggungjawab menjaga maruah wanita jatuh ke bahu abang-abangnya…..jikalau mereka hanya mementing keluarganya sahaja dan adik perempuannya dibiar melencong dari ajaran ISLAM …tunggulah tarikan adiknya ke neraka kelak.
 
4. Anak Lelakinya
 
Apabila seorang anak tidak menasihati seorang ibu perihal kelakuan yang haram dari Islam, bila ibu membuat kemungkaran pengumpat, mengata & sebagainya, maka anak itu akan disoal dan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Nantikan tarikan ibunya ke neraka.
 
Maka kita lihat betapa hebatnya tarikan wanita bukan sahaja di dunia malah di akhirat pun tarikannya begitu hebat, maka kaum lelaki yang bergelar ayah/suami/abang atau anak harus memainkan peranan masing-masing.
 
Firman Allah SWT:-
 
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (At Tahrim : 6)
 
Harga seseorang muslim adalah sangat berharga. ALLAH SWT nilaikan seseorang muslim dengan SYURGA, semua kaum muslimin yakni yang mengucap kalimah tauhid dijamin masuk syurga dengan itu janganlah kita membuang atau tidak mengendah janji dan peluang yg ALLAH SWT berikan pada kita…

wallahua’lam

5.2.12

Orang Yang Muflis

Rasulullah S.A.W. telah menjelaskan dalam satu hadis mengenai mereka yang dikatakan bankrup.
 
Daripada Abu Hurairah, Rasulullah bersabda: “Tahukah kamu siapakah orang yang muflis itu?
 
Sahabat menjawab: “Orang yang muflis di kalangan kami ialah seseorang yang tidak memiliki wang dan juga tiada memiliki harta.”
 
Lalu Rasulullah menjawab:
“Sebenarnya orang yang muflis di kalangan umatku ialah seseorang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala sembahyang, puasa dan zakat, tetapi dahulunya waktu di dunia ia pernah mencaci maki seseorang, menuduh seseorang, memakan harta seseorang, menumpahkan darah seseorang dan pernah memukul seseorang.

Maka akan diberikan kepada orang yang teraniaya itu daripada pahala kebaikan orang tadi dan begitu pula seterusnya terhadap orang yang pernah teraniaya, ia akan diberikan pula daripada pahala kebaikan orang tadi, apabila telah habis pahalanya sedangkan bebanan dosa penganiayaannya belum lagi dibayar semuanya, maka akan diambil daripada kesalahan orang yang teraniaya itu lalu dibebankan kepada orang tersebut, maka selanjutnya orang itu akan dicampakkan ke dalam api neraka.” (Riwayat Muslim)
 
Keterangan
 
Jelaslah bahawa jika kita banyak beramal atau banyak ilmu sekalipun tetapi jika kita tidak meninggalkan perbuatan mengumpat, menghina, menuduh, mengambil harta orang atau menyakiti orang lain, maka amalan yang banyak itu kelak akan habis begitu sahaja kerana ia menjadi penebus kepada dosa yang dilakukan kepada orang lain. Akhirnya kita bankrup dan dihumban ke neraka kerana dosa orang lain yang dibebankan ke atas kita.